Integrasi Nilai Sosiopreneurship Dalam Manajemen Puskesmas: Kajian Teoretis Dan Strategi Implementasi Di Puskesmas Bunguran Selatan
DOI:
https://doi.org/10.58344/ihj.v4i2.779Keywords:
Sosiopreneurship, Puskesmas, Manajemen Publik, Inovasi Sosial, Bunguran SelatanAbstract
Puskesmas sebagai institusi pelayanan kesehatan primer memiliki peran strategis dalam mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang optimal. Namun, tantangan yang dihadapi seperti keterbatasan sumber daya, kesenjangan akses, dan rendahnya keberlanjutan program menuntut adanya paradigma baru dalam manajemen kesehatan masyarakat. Salah satu pendekatan yang semakin relevan adalah sosiopreneurship, yakni penerapan nilai-nilai kewirausahaan sosial dalam pelayanan publik. Konsep ini menggabungkan misi sosial dengan prinsip inovasi, efisiensi, dan kolaborasi lintas sektor. Kajian teoretis yang berbasis narrative review ini menelaah integrasi nilai sosiopreneurship dalam manajemen Puskesmas, dengan studi kontekstual pada Puskesmas Bunguran Selatan, Kabupaten Natuna, yang dikenal memiliki sejumlah inovasi sosial seperti Pesona Gelas Natuna, Resi Poskilat, Kepak Santri, dan Selinah. Keempat inovasi tersebut mencerminkan praktik nyata nilai-nilai sosiopreneurship: empati sosial, kolaborasi, dan keberlanjutan dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Melalui analisis terhadap teori kewirausahaan sosial, manajemen publik berbasis nilai sosial, dan inovasi kesehatan masyarakat, penelitian ini menemukan bahwa integrasi nilai sosiopreneurship dapat memperkuat peran Puskesmas sebagai agen perubahan sosial (social change agent). Kajian ini menghasilkan model konseptual Sociopreneurship for Public Health Transformation (SPHT) yang menekankan pada orientasi nilai sosial, tata kelola kolaboratif, inovasi berbasis pemberdayaan, serta keberlanjutan dan pengukuran dampak. Model ini menjadi temuan utama yang mendukung perumusan strategi implementasi sosiopreneurship di Puskesmas Bunguran Selatan, menjawab tuntutan judul untuk menyajikan hasil kajian teoretis yang aplikatif. Kajian ini merekomendasikan penguatan kepemimpinan sosial, kemitraan multi-sektor, serta model bisnis sosial mikro untuk memastikan keberlanjutan program kesehatan di daerah perbatasan.
References
Austin J, Stevenson H, Wei?Skillern J. Social and commercial entrepreneurship: Same, different, or both? Entrepreneurship Theory and Practice. 2006;30(1):1–22. https://doi.org/10.1111/j.1540-6520.2006.00107.x
Benington J, Moore MH. Public Value: Theory and Practice. London: Palgrave Macmillan; 2011.
Bornstein D. How to Change the World: Social Entrepreneurs and the Power of New Ideas. New York: Oxford University Press; 2004.
Dacin PA, Dacin MT, Tracey P. Social entrepreneurship: A critique and future directions. Organization Science. 2011;22(5):1203–13. https://doi.org/10.1287/orsc.1100.0620
Dees JG. The Meaning of Social Entrepreneurship. Stanford (CA): Stanford University; 1998.
Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna. Rencana Kerja Puskesmas Bunguran Selatan Tahun 2024. Natuna: Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna; 2024.
Green BN, Johnson CD, Adams A. Writing narrative literature reviews for peer?reviewed journals: Secrets of the trade. Journal of Chiropractic Medicine. 2006;5(3):101–17. https://doi.org/10.1016/S0899-3467(07)60142-6
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 43 Tahun 2019 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2019.
Mair J, Marti I. Social entrepreneurship research: A source of explanation, prediction, and delight. Journal of World Business. 2006;41(1):36–44. https://doi.org/10.1016/j.jwb.2005.09.002
Nicholls A, editor. Social Entrepreneurship: New Models of Sustainable Social Change. Oxford: Oxford University Press; 2006.
Nurani H. Inovasi sosial di Puskesmas sebagai bentuk kewirausahaan publik. Jurnal Administrasi Kesehatan Indonesia [Internet]. 2022;10(2). Available from: https://doi.org/10.22146/jaki.71321
Osborne SP. The New Public Governance? London: Routledge; 2010.
Purbasari RJ, Haryono S. Sosiopreneurship dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat: Kajian konseptual. Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia. 2019;19(1). https://doi.org/10.21002/jepi.v19i1.1060
Rahmah F, Syafruddin S. Model kewirausahaan sosial dalam kesehatan komunitas. BMC Health Services Research [Internet]. 2023;23(1). Available from: https://doi.org/10.1186/s12913-023-09472-9
Wibowo A, Cahyono D. Penerapan sosiopreneurship di layanan publik. Jurnal Kebijakan dan Manajemen Publik. 2021;8(3). https://doi.org/10.15294/jkmp.v8i3.39752
World Health Organization (WHO). Primary Health Care Measurement Framework and Indicators. Geneva: World Health Organization; 2022.
Yunus M. Building Social Business: The New Kind of Capitalism That Serves Humanity’s Most Pressing Needs. New York: PublicAffairs; 2010.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Winggia Antena, Sukamto Sukamto

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



