Factors Influencing the Occurrence of Ispa Disease in Excavation C Workers in the Work Area of the Gonengganti Health Center

Authors

  • Fitriana Fitriana Universitas Muhammadiyah Palu
  • Budiman Budiman Universitas Muhammadiyah Palu
  • Hamidah Hamidah Universitas Muhammadiyah Palu

DOI:

https://doi.org/10.58344/ihj.v5i2.875

Keywords:

ISPA, dust exposure, PPE, duration of exposure, smoking history, C mining workers

Abstract

This study aims to analyze the factors that affect the incidence of ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Atas) in excavation C workers in the working area of the Gonengganti Health Center, Donggala Regency. This study is a quantitative research with a cross-sectional design. The research population is all excavation C workers in the working area of the Gonengganti Health Center, with a total sample of 83 people taken using the total sampling technique. Data were collected through a structured questionnaire that included dust exposure levels, PPE use, duration of dust exposure, and smoking history. Data analysis was carried out univariately, bivariately using chi-square test, and multivariately using logistic regression. The results of the bivariate analysis showed that dust exposure level, PPE use, dust exposure duration, and smoking history had a significant relationship with the incidence of ISPA in excavation C workers (p < 0.05). Multivariate analysis showed that dust exposure level and PPE use were the most dominant factors associated with ISPA incidence, with odds ratio (OR) values > 1, indicating that workers with high dust exposure and not using PPE consistently have a greater risk of experiencing ISPA than other workers. The conclusion of this study shows that the incidence of ISPA in C excavation workers is influenced by work environment factors and worker behavior. Therefore, efforts are needed to control dust exposure, increase compliance with PPE use, regulate work duration, and provide education on the dangers of smoking as preventive measures to reduce the risk of ISPA in excavation C workers.

References

Akbar, H., et al. (2022). Keselamatan dan kesehatan kerja. Media Sains Indonesia.

Akbar, Y., Santoso, B., & Rahmawati, D. (2024). Faktor-faktor risiko kejadian infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) pada pekerja: Studi literature review. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 19(2), 115–123.

Aram, S. A., & Wang, H. (2023). Prevalence and associations between occupational diseases, emotional exhaustion, and dust mask anxiety among coal miners in Northern China. Environmental Science and Pollution Research, 30(58), 122066–122086.

Fadli, M., Yusuf, A., & Ramadhan, R. (2024). Pengaruh faktor risiko terhadap gangguan pernapasan pada pekerja industri. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 22(2), 115–123.

Fauzan, M., Arifin, Z., & Saputra, D. (2024). Pengaruh durasi paparan debu terhadap gangguan pernapasan pada pekerja. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 22(1), 33–41.

Febri, V. (2020). Analisis gangguan infeksi saluran pernafasan akut dan hubungannya dengan lokasi pertambangan di Gunung Kapur Pfluger Kabupaten Jember sebagai sumber belajar biologi (Skripsi). Universitas Muhammadiyah Malang.

Hidayah, N., & Rahman, A. (2023). Faktor risiko gangguan pernapasan pada pekerja konstruksi. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 18(1), 75–83.

Kurniawan, R., & Lestari, D. (2023). Hubungan kebiasaan merokok dengan gangguan pernapasan pada pekerja. Jurnal Kesehatan Kerja, 19(2), 98–105.

Kurniawan, R., Santoso, T., & Wibowo, H. (2023). Hubungan durasi paparan debu dengan kejadian gangguan pernapasan pada pekerja industri. Jurnal Kesehatan Kerja, 19(3), 145–153.

Nugroho, A., & Widodo, T. (2025). Hubungan paparan debu lingkungan kerja dengan ISPA incident pada pekerja konstruksi. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 21(1), 45–53.

Nuraini, S., Rahman, F., & Putri, D. (2022). Analisis durasi paparan debu terhadap ISPA incident pada pekerja industri pengolahan batu. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 20(2), 85–93.

Nurhayati, S., Pratama, A., & Dewi, L. (2022). Analisis faktor risiko ISPA incident pada pekerja sektor industri. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 20(1), 45–52.

Perawat, L., & Kelamin, J. (2024). Faktor kepatuhan minum obat pasien dengan Tuberculosis. 5(1).

Pratama, D., & Wulandari, S. (2022). Pengaruh lama paparan debu terhadap kejadian infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) pada pekerja industri. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 17(3), 201–209.

Putra, A., & Lestari, R. (2022). Pengaruh paparan debu terhadap kejadian infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) pada pekerja industri. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 20(3), 210–218.

Putri, M., & Rahman, F. (2022). Analisis paparan debu dan ISPA incident pada pekerja industri berbasis debu. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 18(2), 134–142.

Rahman, F., Hidayat, T., & Arifin, Z. (2024). Faktor risiko ISPA incident pada pekerja dengan paparan debu. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 22(1), 25–32.

Rahman, H. R., Ashara, N., Faradilah, A. K., Sahara, S., & Ladesia, V. K. (2023). Analisis risiko keselamatan kerja terhadap aktivitas forklift di PT Pertamina Lubricants unit production Jakarta. Jurnal TESLINK: Teknik Sipil dan Lingkungan, 5(2), 8–15.

Rahmawati, N., Hidayat, T., & Kurniawan, E. (2021). Hubungan paparan debu dengan ISPA incident pada pekerja tambang tradisional. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 19(2), 98–105.

Risma Sri, D., Wahyuni, S., & Pratama, A. (2023). Faktor-faktor yang berhubungan dengan gangguan pernapasan pada pekerja industri. Jurnal Kesehatan Kerja, 17(1), 56–64.

Sahara, S., & Putri, J. S. (2023). Analisis keselamatan kerja dan faktor-faktor risiko dalam kegiatan bongkar muat di terminal pelabuhan. Advances in Social Humanities Research, 1(10), 2021–2028.

Sari, N., Hidayat, T., & Kurniawan, E. (2021). Paparan debu dan ISPA incident pada pekerja tambang tradisional. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 19(2), 98–105.

Sudirman, Muzayana, Saleh, S. N. H., & Akbar, H. (2020). Hubungan ventilasi rumah dan jenis bahan bakar memasak dengan ISPA incident pada balita di wilayah kerja puskesmas Juntinyuat. MPPKI, 3(3), 187–191.

Suma'mur, P. K.. (2022). Higiene perusahaan dan kesehatan kerja (Hiperkes). Sagung Seto.

Suryani, D., Fitriani, L., & Arifin, M. (2021). Hubungan paparan debu dengan kejadian infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) pada pekerja tambang. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 16(3), 201–209.

Suryanto, B., Fitriani, L., & Arif, M. (2021). Hubungan durasi paparan debu dengan kejadian infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) pada pekerja tambang. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 16(3), 210–218.

Tarwaka. (2021). Keselamatan dan kesehatan kerja: Manajemen dan implementasi K3 di tempat kerja. Harapan Press.

Tasidjawa, G. E. (2022). Overview risiko dampak debu akibat aktivitas penambangan di Indonesia. RETII, 312–317.

World Health Organization. (2012). Data and statistics. WHO.

World Health Organization. (2022). Occupational health: Preventing disease through healthy environments. WHO.

Widya, P., Nugraha, R., & Saputra, H. (2023). Pengaruh penggunaan alat pelindung diri terhadap ISPA incident pada pekerja dengan paparan debu. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 20(4), 250–258.

Downloads

Published

2026-06-15